<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>..::chemistry adventure team::.. &#187; Savety Procedure</title>
	<atom:link href="http://chevent.wordpress.com/category/savety-procedure/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://chevent.wordpress.com</link>
	<description>~berbagi dengan alam, wujudkan alam tetap berseri~</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2009 05:06:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='chevent.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/2e9686ab12e2895f07ab0b1edd50356a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>..::chemistry adventure team::.. &#187; Savety Procedure</title>
		<link>http://chevent.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://chevent.wordpress.com/osd.xml" title="..::chemistry adventure team::.." />
		<item>
		<title>Sedikit informasi tentang rock climbing</title>
		<link>http://chevent.wordpress.com/2008/11/29/sedikit-informasi-tentang-rock-climbing/</link>
		<comments>http://chevent.wordpress.com/2008/11/29/sedikit-informasi-tentang-rock-climbing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 04:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chevent</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Savety Procedure]]></category>
		<category><![CDATA[rock climbling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chevent.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Teknik Dasar Pendakian / Rock Climbing
Dikenal sebagai suatu perjalanan pendek, yang umumnya      tidak memakan waktu lebih dari 1 hari,hanya rekreasi ataupun beberapa      pendakian gunung yang praktis. Kegiatan pendakian yang membutuhkan      penguasaan teknik mendaki dan penguasaan pemakaian peralatan. Bentuk   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chevent.wordpress.com&blog=519898&post=53&subd=chevent&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Verdana;">Teknik Dasar Pendakian / Rock Climbing</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dikenal sebagai suatu perjalanan pendek, yang umumnya      tidak memakan waktu lebih dari 1 hari,hanya rekreasi ataupun beberapa      pendakian gunung yang praktis. Kegiatan pendakian yang membutuhkan      penguasaan teknik mendaki dan penguasaan pemakaian peralatan. Bentuk      climbing ada 2 amcam. :</span></p>
<p style="margin-left:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">a.<em><span style="font-family:Verdana;"> Rock Climbing</span></em><br />
- pendakian pada tebing-tebing batau atau dinding karang. Jenis pendakian ini yang umumnya ada di daerah tropis.<br />
b. <em><span style="font-family:Verdana;">Snow and Ice Climbing</span></em><br />
- Pendakian pada es dan salju. Pada pendakian ini, peralatan-peralatan khusus sangat diperlukan, seperti ice axe, ice screw, crampton, dll.<span id="more-53"></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Teknik Mendaki</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">1. Face Climbing</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
Yaitu memanjat pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan. Para pendaki pemula biasanya mempunyai kecenderungan untuk mempercayakan sebagian berat badannya pada pegangan tangan, dan menempatkan badanya rapat ke tebing. Ini adalah kebiasaan yang salah. Tangan manusia tidak biasa digunakan untuk mempertahankan berat badan dibandingkan kaki, sehingga beban yang diberikan pada tangan akan cepat melelahkan untuk mempertahankan keseimbangan badan. Kecenderungan merapatkan berat badan ke tebing dapat mengakibatkan timbulnya momen gaya pada tumpuan kaki. Hal ini memberikan peluang untuk tergelincir.Konsentrasi berat di atas bidang yang sempit (tumpuan kaki) akan memberikan gaya gesekan dan kestabilan yang lebih baik.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">2. Friction / Slab Climbing</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
Teknik ini semata-mata hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu. Ini dilakukan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertical, kekasaran permukaan cukup untuk menghasilkan gaya gesekan. Gaya gesekan terbesar diperoleh dengan membebani bidang gesek dengan bidang normal sebesar mungkin. Sol sepatu yang baik dan pembebanan maksimal diatas kaki akan memberikan gaya gesek yang baik.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">3. Fissure Climbing</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
Teknik ini memanfaatkan celah yang dipergunakan oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak. Dengan cara demikian, dan beberapa pengembangan, dikenal teknik-teknik berikut.</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Jamming, teknik memanjat dengan memanfaatkan celah      yang tidak begitu besar. Jari-jari tangan, kaki, atau tangan dapat      dimasukkan/diselipkan pada celah sehingga seolah-olah menyerupai pasak.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Chimneying, teknik memanjat celah vertical yang cukup      lebar (chomney). Badan masuk diantara celah, dan punggung di salah satu      sisi tebing. Sebelah kaki menempel pada sisi tebing depan, dan sebelah      lagi menempel ke belakang. Kedua tangan diletakkan menempel pula. Kedua      tangan membantu mendororng keatas bersamaan dengan kedua kaki yang      mendorong dan menahan berat badan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Bridging, teknik memanjat pada celah vertical yang      cukup besar (gullies). Caranya dengan menggunakan kedua tangan dan kaki      sebagai pegangan pada kedua celah tersebut. Posisi badan mengangkang, kaki      sebagai tumpuan dibantu oleh tangan yang juga berfungsi sebagai penjaga      keseimbangan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Lay Back, teknik memanjat pada celah vertical dengan      menggunakan tangan dan kaki. Pada teknik ini jari tangan mengait tepi      celah tersebut dengan punggung miring sedemikian rupa untuk menenpatkan      kedua kaki pada tepi celah yang berlawanan. Tangan menarik kebelakang dan      kaki mendorong kedepan dan kemudian bergerak naik ke atas silih berganti.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-family:Verdana;">Pembagian Pendakian Berdasarkan Pemakaian Alat</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Free Climbing</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
Sesuai dengan namanya, pada free climbing alat pengaman yang paling baik adalah diri sendiri. Namun keselamatan diri dapat ditingkatkan dengan adanya keterampilan yang diperoleh dari latihan yang baik dan mengikuti prosedur yang benar. Pada free climbing, peralatan berfungsi hanya sebagai pengaman bila jatuh. Dalam pelaksanaanya ia bergerak sambil memasang, jadi walaupun tanpa alat-alat tersebut ia masih mampu bergerak atau melanjutkan pendakian. Dalam pendakian tipe ini seorang pendaki diamankan oleh belayer.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Free Soloing</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
Merupakan bagian dari free climbing, tetapi sipendaki benar-benar melakukan dengan segala resiko yang siap dihadapinya sendiri.Dalam pergerakannya ia tidak memerlukan peralatan pengaman. Untuk melakukan free soloing climbing, seorang pendaki harus benar-benar mengetahui segala bentuk rintangan atau pergerakan pada rute yang dilalui. Bahkan kadang-kadang ia harus menghapalkan dahulu segala gerakan, baik itu tumpuan ataupun pegangan, sehingga biasanya orang akan melakukan free soloing climbing bila ia sudah pernah mendaki pada lintasan yang sama. Resiko yang dihadapi pendaki tipe ini sangat fatal sekali, sehingga hanya orang yang mampu dan benar-benar professional yang akan melakukannya.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Atrificial Climbing</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
Pemanjatan tebing dengan bantuan peralatan tambahan, seperti paku tebing, bor, stirrup, dll. Peralatan tersebut harus digunakan karena dalam pendakian sering sekali dihadapi medan yang kurang atau tidak sama sekali memberikan tumpuan atau peluang gerak yang memadai.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Teknik Turun / Rappeling</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Teknik ini digunakan untuk menuruni tebing. Dikategorikan sebagai teknik yang sepeuhnya bergantung dari peralatan. Prinsip rappelling adalah sebagai berikut :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Menggunakan tali rappel sebagai jalur lintasan dan      tempat bergantung.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Menggunakan gaya berat badan dan gaya tolak kaki pada      tebing sebagai pendorong gerak turun.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Menggunakan salah satu tangan untuk keseimbangan dan      tangan lainnya untuk mengatur kecepatan.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Verdana;">Macam-macam dan Variasi Teknik Rappeling</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
<strong><span style="font-family:Verdana;">1. Body Rappel</span></strong></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Menggunakan peralatan tali saja, yang dibelitkan sedemikian rupa pada badan. Pada teknik ini terjadi gesekan antara badan dengan tali sehingga bagian badan yang terkena gesekan akan terasa panas.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">2. Brakebar Rappe</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, tali, dan brakebar. Modifikasi lain dari brakebar adalah descender (figure of 8). Pemakaiannya hampir serupa, dimana gaya gesek diberikan pada descender atau brakebar.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">3. Sling Rappel</span></strong></p>
<p>Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, dan tali. Cara ini paling banyak dilakukan karena tidak memerlukan peralatan lain, dan dirasakan cukup aman. Jenis simpul yang digunakan adalah jenis Italian hitch.</p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">4. Arm Rappel / Hesti</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Menggunakan tali yang dibelitkan pada kedua tangan melewati bagian belakang badan. Dipergunakan untuk tebing yang tidak terlalu curam.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dalam rapelling, usahakan posisi badan selalu tegak lurus pada tebing, dan jangan terlalu cepat turun. Usahakan mengurangi sesedikit mungkin benturan badan pada tebing dan gesekan antara tubuh dengan tali. Sebelum memulai turun, hendaknya :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Periksa dahulu anchornya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pastikan bahwa tidak ada simpul pada tali yang      dipergunakan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sebelum sampai ke tepi tebing hendaknya tali sudah      terpasang dan pastikan bahwa tali sampai ke bawah (ke tanah).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Usahakan melakukan pengamatan sewaktu turun, ke atas      dan ke bawah, sehingga apabila ada batu atau tanah jatuh kita dapat      menghindarkannya, selain itu juga dapat melihat lintasan yang ada.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pastikan bahwa pakaian tidak akan tersangkut      carabiner atau peralatan lainnya.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Verdana;">Peralatan Pendakian</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">1. Tali Pendakian</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Fungsi utamanya dalam pendakian adalah sebagai pengaman apabila jatuh.Dianjurkan jenis-jenis tali yang dipakai hendaknya yang telah diuji oleh UIAA, suatu badan yang menguji kekuatan peralatan-peralatan pendakian. Panjang tali dalam pendakian dianjurkan sekitar 50 meter, yang memungkinkan leader dan belayer masih dapat berkomunikasi. Umumnya diameter tali yang dipakai adalah 10-11 mm, tapi sekarang ada yang berkekuatan sama, yang berdiameter 9.8 mm.<br />
Ada dua macam tali pendakian yaitu :</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Static Rope</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">, tali pendakian yang kelentirannya mencapai      2-5 % fari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya kaku, umumnya berwarna      putih atau hijau. Tali static digunakan untuk rappelling.</span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dynamic Rope</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">, tali pendakian yang      kelenturannya mencapai 5-15 % dari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya      lentur dan fleksibel. Biasanya berwarna mencolok (merah, jingga, ungu). </span></li>
</ul>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">2. Carabiner</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Adalah sebuah cincin yang berbentuk oval atau huruf D, dan mempunyai gate yang berfungsi seperni peniti. Ada 2 jenis carabiner :</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Carabiner Screw Gate</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> (menggunakan kunci      pengaman).</span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Carabiner Non Screw Gate</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> (tanpa kunci pengaman)</span></li>
</ul>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">3. Sling</span></strong></p>
<p>Sling biasanya dibuat dari tabular webbing, terdiri dari beberapa tipe. Fungsi sling antara lain :<br />
- sebagai penghubung<br />
- membuat natural point, dengan memanfaatkan pohon atau lubang di tebing.<br />
- Mengurangi gaya gesek / memperpanjang point<br />
- Mengurangi gerakan (yang menambah beban) pada chock atau piton yang terpasang.</p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">4. Descender</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sebuah alat berbentuk angka delapan. Fungsinya sebagai pembantu menahan gesekan, sehingga dapat membantu pengereman. Biasa digunakan untuk membelay atau rappelling.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">5. Ascender</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Berbentuk semacam catut yang dapat menggigit apabila diberi beban dan membuka bila dinaikkan. Fungsi utamanya sebagai alat Bantu untuk naik pada tali.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">6. Harnes / Tali Tubuh</span></strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Alat pengaman yang dapat menahan atau mengikat badan. Ada dua jenis hernas :</span></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Seat Harnes</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">, menahan berat badan di pinggang dan paha.</span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Body Harnes</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">, menahan berat badan di dada, pinggang,      punggung, dan paha.<br />
Harnes ada yang dibuat dengan webbning atau tali, dan ada yang sudah      langsung dirakit oleh pabrik.</span></li>
</ul>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">7. Sepatu</span></strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ada dua jenis sepatu yang digunakan dalam pemanjatan :</span></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sepatu yang lentur dan fleksibel. Bagian bawah      terbuat dari karet yang kuat. Kelenturannya menolong untuk pijakan-pijakan      di celah-cleah. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sepatu yang tidak lentur/kaku pada bagian bawahnya.      Misalnya combat boot. Cocok digunakan pada tebing yang banyak tonjolannya      atau tangga-tangga kecil. Gaya tumpuan dapat tertahan oleh bagian depan      sepatu.</span></li>
</ul>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">8. Anchor (Jangkar)</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Alat yang dapat dipakai sebagai penahan beban. Tali pendakian dimasukkan pada achor, sehingga pendaki dapat tertahan oleh anchor bila jatuh. Ada dua macam anchor, yaitu :</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Natural Anchor</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">, bias merupakan pohon besar,      lubang-lubang di tebing, tonjolan-tonjolan batuan, dan sebagainya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Artificial Anchor</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">, anchor buatan yang      ditempatkan dan diusahakan ada pada tebing oleh si pendaki. Contoh :      chock, piton, bolt, dan lain-lain.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
</span><span style="font-family:Verdana;">Prosedur Pendakian</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Tahapan-tahapan dalam suatu pendakian hendaknya dimulai dari langkah-langkah sebagai berikut</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mengamati lintasan dan memikirkan teknik yang akan      dipakai.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">a. Untuk leader</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">, perlengkapan teknis diatur      sedemikian rupa, agar mudah untuk diambil / memilih dan tidak mengganggu      gerakan. Tugas leader adalah membuka lintasan yang akan dilalui oleh      dirinya sendiri dan pendaki berikutnya.<br />
<em><span style="font-family:Verdana;">b. Untuk belayer</span></em>,      memasang anchor dan merapikan alat-alat (tali yang akan dipakai). Tugas      belayer adalah membantu leader dalam pergerakan dan mengamankan leader      bila jatug. Belayer harus selalu memperhatikan leader, baik aba-aba      ataupun memperhatikan tali, jangan terlalu kencang dan jangan terlalu      kendur.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Bila belayer dan leader sudah siap memulai pendakian,      segera memberi aba-aba pendakian.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Bila leader telah sampai pada ketinggian 1 pitch      (tali habis), ia harus memasang achor.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Leader yang sudah memasang anchor di atas selanjutnya      berfungsi sebagai belayer, untuk mengamankan pendaki berikutnya.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chevent.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chevent.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chevent.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chevent.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chevent.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chevent.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chevent.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chevent.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chevent.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chevent.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chevent.wordpress.com&blog=519898&post=53&subd=chevent&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chevent.wordpress.com/2008/11/29/sedikit-informasi-tentang-rock-climbing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dad284e27d7a8c20c5d6799e2d875d3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chevent</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERLENGKAPAN PENDAKI GUNUNG</title>
		<link>http://chevent.wordpress.com/2007/02/02/perlengkapan-pendaki-gunung/</link>
		<comments>http://chevent.wordpress.com/2007/02/02/perlengkapan-pendaki-gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2007 15:17:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chevent</dc:creator>
				<category><![CDATA[Savety Procedure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chevent.wordpress.com/2007/02/02/perlengkapan-pendaki-gunung/</guid>
		<description><![CDATA[PERLENGKAPAN PRIBADI
1. Sepatu, ada beberapa tipe sepatu yang dirancang khusus untuk berbagai jenis perjalanan. Sepatu yang baik adalah yang dapat memberikan perlindungan bagi kaki dan cocok untuk jenis perjalanan.
2. Pakaian, harus dapat melindungi si pemakai dari gangguan medan dan cuaca. Meliputi pakaian untuk kepala, badan, tangan dan kaki.
3. Perlengkapan tambahan, meliputi bekal makanan / minuman, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chevent.wordpress.com&blog=519898&post=10&subd=chevent&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;">PERLENGKAPAN PRIBADI</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
1. Sepatu, ada beberapa tipe sepatu yang dirancang khusus untuk berbagai jenis perjalanan. Sepatu yang baik adalah yang dapat memberikan perlindungan bagi kaki dan cocok untuk jenis perjalanan.</p>
<p>2. Pakaian, harus dapat melindungi si pemakai dari gangguan medan dan cuaca. Meliputi pakaian untuk kepala, badan, tangan dan kaki.</p>
<p>3. Perlengkapan tambahan, meliputi bekal makanan / minuman, senter, pisau, perlengkapan menginap / tidur, dll.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p></span><strong><span style="font-family:Arial;">PERLENGKAPAN TEKNIK</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
1. Tali (Rope)<br />
Tali yang dipergunakan dalam pendakian / pemanjatan tebing (climbing rope) bersifat fleksible, elastis dan tahan terhadap beban yang berat. Diameter tali berkisar antara 11, 10 dan 9 mm. Kemampuan menahan beban berkisar antara 1.360 s/d 2.720 kg. Yang biasa digunakan ada dua jenis yaitu : Hawser laid dan Kernmantel.</p>
<p>2. Helmet / Crash Hat<br />
Berfungsi sebagai pelindung kepala terhadap benturan benda keras.</p>
<p>3. Harness<br />
Tali tubuh yang berfungsi sebagai sabuk pengaman.</p>
<p>4. Carabineer<br />
Carabineer adalah cincin kait yang berbentuk oval atau D dan mempunyai gate / pintu, terbuat dari allumunium alloy dan mempunyai kekuatan antara 1.500 – 3.500 kg. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Carabineer ini ada dua jenis, yaitu : screw gate (berkunci) dan snape gate (tidak berkunci).</p>
<p></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">5. Sling<br />
Sling terbuat dari webbing tubular. Panjang sekitar 1,5 m dengan lebar 2,5 cm dibentuk menjadi sebuah loop (lingkaran) yang dihubungkan dengan simpul pita. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></p>
<p></span><strong><span style="font-family:Arial;">PERENCANAAN PERLENGKAPAN PERJALANAN</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Keberhasilan suatu kegiatan di alam terbuka juga ditentukan oleh perencanaan dan perbekalan yang tepat. Dalam merencanakan perlengkapan perjalanan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :<br />
1. Mengenal jenis medan yang akan dihadapi (hutan, rawa, tebing, dll)</p>
<p>2. Menentukan tujuan perjalanan (penjelajahan, latihan, penelitian, SAR, dll)</p>
<p>3. Mengetahui lamanya perjalanan (misalnya 3 hari, seminggu, sebulan, dsb)</p>
<p>4. Mengetahui keterbatasan kemampuan fisik untuk membawa beban</p>
<p>5. Memperhatikan hal-hal khusus (misalnya : obat-obatan tertentu)</p>
<p>Setelah mengetahui hal-hal tersebut, maka kita dapat menyiapkan perlengkapan dan perbekalan yang sesuai dan selengkap mungkin, tetapi beratnya tidak melebihi sepertiga berat badan (sekitar 15-20 kg), walaupun ada yang mempunyai kemampuan mengangkat beban sampai 30 kg.</p>
<p>Dari kegiatan penjelajahan, ada beberapa jenis perjalanan yang disesuaikan dengan medannya, yaitu :<br />
1. Perjalanan pendakian gunung<br />
2. Perjalanan menempuh rimba<br />
3. Perjalanan penyusuran sungai, pantai dan rawa<br />
4. Perjalanan penelusuran gua<br />
5. Perjalanan pelayaran<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><!--[if gte vml 1]&gt;                                                  --><!--[if !vml]--><span style="position:relative;z-index:-1;"><span style="position:absolute;left:-63px;top:-68px;width:691px;height:656px;"><img src="///C:/DOCUME%7E1/PELAYA%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" height="656" width="691" /></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Untuk perjalanan ilmiah dan kemanusiaan, bisa pula dikelompokkan berdasarkan jenis medan yang dihadapi. Dari setiap kegiatan tersebut, kita dapat mengelompokkan perlengkapannya sebagai berikut :</p>
<p>1. Perlengkapan dasar, meliputi :<br />
o Perlengkapan dalam perjalanan / pergerakkan<br />
o Perlengkapan untuk istirahat<br />
o Perlengkapan makan dan minum<br />
o Perlengkapan mandi<br />
o Perlengkapan pribadi</p>
<p>2. Perlengkapan khusus, disesuaikan dengan perjalananan, misalnya<br />
o Perlengkapan penelitian (kamera, buku, dll)<br />
o Perlengkapan penyusuran sungai (perahu, dayung, pelampung, dll)<br />
o Perlengkapan pendakian tebing batu (carabineer, tali, chock, dll)<br />
o Perlengkapan penelusuran gua (helm, headlamp/senter, harness, sepatu karet, dll)</p>
<p>3. Perlengkapan tambahan<br />
Perlengkapan ini dapat dibawa atau tergantung evaluasi yang dilakukan (misalnya : semir, kelambu, gaiter, dll).</p>
<p>Mengingat pentingnya penyusunan perlengkapan dalam suatu perjalanan, maka sebelum memulai kegiatan, sebaiknya dibuatkan <strong>check-list</strong> terlebih dahulu. Perlengkapan dikelompokkan menurut jenisnya, lalu periksa lagi mana yang perlu dibawa dan tidak.<br />
Apabila perjalanan kita lakukan dengan berkelompok, maka check-list nya untuk perlengkapan regu dan pribadi. Dalam perjalanan besar dan memerlukan waktu yang lama, kita perlu menentukan perlengkapan dan perbekalan mana saja yang dibawa dari rumah atau titik keberangktan, dan perlengkapan atau perbekalan mana saja yang bisa dibeli di lokasi terdekat dengan tujuan perjalanan kita.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/chevent.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/chevent.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chevent.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chevent.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chevent.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chevent.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chevent.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chevent.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chevent.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chevent.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chevent.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chevent.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chevent.wordpress.com&blog=519898&post=10&subd=chevent&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chevent.wordpress.com/2007/02/02/perlengkapan-pendaki-gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dad284e27d7a8c20c5d6799e2d875d3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chevent</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/PELAYA%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>