Posted by: chevent | August 22, 2007

Refleksi tiga tahun kiprah Chevent

Tanggal 20 Agustus merupakan tanggal “keramat” bagi organisasi pecinta alam Chevent. kenapa? Soalnya pada tanggal tersebut ,organisasi ini berdiri sebagai underbow dari Hima Kimia Unnes . Oleh karena itulah pada tanggal 19 Agustus 2007 malam diadakan acara camping di sekitar sungai di daerah Tinjomoyo, sebagai bentuk perayaan ultah Chevent.Walau pun para pengurus sedang KKN dan walau pun yang berangkat cuma 4 orang, tapi, Chevent harus tetap merayakan HUT-nya.

Perjalanan menuju Tinjomoyo dimulai pada pukul 16.30 WIB dengan berjalan kaki melewati daerah Banaran. Melewati bukit-bukit dan hutan Tinjomoyo.Perjalanan tersebut cuma membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Sesampainya di sana kita langsung mendirikan tenda, setelah beristirahat beberapa menit tentunya. Ada yang nyari kayu bakar juga. Coz, malemnya kita-kita mau bakar2.  Bakar2 ayam maksudnya.Setelah tenda berdiri dengan manisnya, kita langsung mendirikan sholat Maghrib. Meskipun di alam, tetep inget ibadah tentunya.Acra selanjutnya nyantai-nyanta aja. Yang cewek pada ngerumpi, yang cowok ada yang ndengerin, ada juga yang asyik sms-an.

Jam 7 malem lebih sedikit dimulai acara sharing2. Para calon anggota Chevent, belum jadi anggota tetap coz masih nunggu para pengurus pulang dari KKN buat pelantikan(hiks), pas acara itu ngeluarin semua uneg2nya, meluapkan perasaan yang terpendam sekian lama dari awal pra diksar sampai dengan pengembaraan.

Para perintis dan angkatan I menyusul jam 8an. Dari 4 orang, jadi 15orang lebih deh!Kita main2 Ping Pang Pong. Ketawa2 sampai perut ni mules. Gimana gak mules? Yang kalah harus “ndulit” sambel kecap kok.Sayangnya sebagian para perintis gak bisa nginep di sono. Selain tendanya gak cukup, coz cuma satu doang, ada yang udah mau ujian. Kan dah semester…….(sensor)

kapan ni acara bakar2nya?

 

Acara bakar ayamnya baru dimulai jam 10an. Sang ayam yang telah dimutilasi itu pun habis tak berbekas.Dan pada pukul 12 malam tet, kita nyanyiin lagu ultah buat Chevent tercinta yang menginjak usia ke-3. Kepala Suku I sampai dengan Kepala Suku III make some wish buat Chevent. Dan gak ketinggalan para calon anggota Chevent juga make some wish. Some, soale emang permintaan nya banyak sih,tepat setelah acara itu, kita semua tidur, ngantuk dah malem.

 

N paginya, sekitar jam 6an kita mulai packing. Kita menuju jembatan yang tak jauh dari tempat kita camping buat latihan. Para calon anggota Chevent nyobain sensasi yang beda. Biasanya kan di sekitar kampus terus kalau mau ascending-discending, nah ini di jembatan.

 

 

 

Sekitar jam 9 latihannya baru selesai. N pulangnya juga jalan kaki. Ngelewatin jalan yang sama, jarak yang sama, tapi kondisi yang berbeda. Hiks3 kalo berangkatnya sih enak, jam ½ 5, gak panas, adem. Ini jam 9!pas lagi panas2nya…tapi, semua itu tetep harus dinikmati, karena kampus telah memanggil2kita untuk kembali.Untungnya aja pas deket perkampungan ada mobil pick up, jadinya kita nebeng de…hlumayan lah ngirit tenaga untuk beberapa ratus meter.Habis itu ya jalan kaki lagi dehdan akhirnya kita sampai di kampus dan langsung meluncur ke PKM jam 10an.Meski pun lemes, lunglai, dibilang bau lagi ama anak2-gimana gak bau?Sore gak mandi, paginya juga- tapi memories of camping gak akan bisa dilupain.

Posted by: chevent | May 23, 2007

Dokumentasi Ekspedisi Gede – Pangrango

Gepang tampak dari jauh (Cibodas)

Posko Taman Nasional Gede Pangrango Cibodas

 

Puisi Soe Hok Gie

 

Dibalik Eidelweis

Alun-alun Surya Kencana dari jalur Gn. Putri

Puncak Gede mau ke Kandang Badak

We are Chevent

Zabo, Lia, Arex, Traju

Pose di Puncak Gede

Tugu puncak Pangrango

Lembah Mandalawangi(Pangrango), tempat syuting Soe Hok Gie

Laporan lengkap dari Ekspedisi Gede – Pangrango, bisa dibaca di http://traju.wordpress.com/

 

Posted by: chevent | May 17, 2007

Ekspedisi Gede Pangrango

Tiga orang anggota senior Chevent yaitu, traju, rosee, dan lia bersama 4 orang teman dari Mapala lain melakukan ekspedisi 2 gunung sekaligus, yaitu gunng Gede Pangrango JawaBarat.Pemberangkatan hari rabu 16 Mei san rencananya kembali ke semarang tanggal Minggu 20 Mei 2007. Selamat berjuang kawan!!!

Posted by: chevent | May 17, 2007

Pengembaraan Angkatan 3

pengembaraan ini bertujuan untuk melatih calon anggota muda dalam perencanaan kegiatan di alam bebas. acara ini dilakukan sebelum dilantik sebagai anggota muda Chevent. pengembaran direncanakan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei-2 Juni 2007 di kawasan Gunung Merbabu. acara ini wajib diikuti bagi calon anggota muda yang sudah mengikuti Diksar.

Posted by: chevent | April 12, 2007

Diksar Chevent angkatan ke-3

 

Chevent bulan Maret kemarin ngadain Diksar alias Pendidikan Dasar buat calon anggota Chevent agkatan ke-3 di Ungaran. Diksar ini bertujuan untuk melatih mental calon anggotanya agar jadi pejantan dan betina tangguh.

Diksar dibagi menjadi diksar in-door dan outdoor. Yang in-door dari tanggal12 sampai 15Maret 2007, yang out door dari tanggal 16 sampai 18Maret2007.

Pada pelaksanaan diksar in-door calon anggota diberi materi2 yang berhubungan dengan diksar out-door yang meliputi navigasi, SAR, pendirian bifak de el el.

Pada waktu diksar out door kita start dari PKM FMIPA Unnes jam satuan dan sampai Ungaran jam 2an naik angkot yang sudah dicarter sama panitia Diksar.

Sampai di pos mawar panitia dan calon anggota mulai naik ke gunung Ungaran.Tepat jam 3 rombongan berhenti untuk melaksanakan shalat ashar sambil istirahat sejenak.

diksar-chevent07034.jpg

Posted by: chevent | February 2, 2007

PERLENGKAPAN PENDAKI GUNUNG

PERLENGKAPAN PRIBADI
1. Sepatu, ada beberapa tipe sepatu yang dirancang khusus untuk berbagai jenis perjalanan. Sepatu yang baik adalah yang dapat memberikan perlindungan bagi kaki dan cocok untuk jenis perjalanan.

2. Pakaian, harus dapat melindungi si pemakai dari gangguan medan dan cuaca. Meliputi pakaian untuk kepala, badan, tangan dan kaki.

3. Perlengkapan tambahan, meliputi bekal makanan / minuman, senter, pisau, perlengkapan menginap / tidur, dll.

PERLENGKAPAN TEKNIK
1. Tali (Rope)
Tali yang dipergunakan dalam pendakian / pemanjatan tebing (climbing rope) bersifat fleksible, elastis dan tahan terhadap beban yang berat. Diameter tali berkisar antara 11, 10 dan 9 mm. Kemampuan menahan beban berkisar antara 1.360 s/d 2.720 kg. Yang biasa digunakan ada dua jenis yaitu : Hawser laid dan Kernmantel.

2. Helmet / Crash Hat
Berfungsi sebagai pelindung kepala terhadap benturan benda keras.

3. Harness
Tali tubuh yang berfungsi sebagai sabuk pengaman.

4. Carabineer
Carabineer adalah cincin kait yang berbentuk oval atau D dan mempunyai gate / pintu, terbuat dari allumunium alloy dan mempunyai kekuatan antara 1.500 – 3.500 kg. Carabineer ini ada dua jenis, yaitu : screw gate (berkunci) dan snape gate (tidak berkunci).

5. Sling
Sling terbuat dari webbing tubular. Panjang sekitar 1,5 m dengan lebar 2,5 cm dibentuk menjadi sebuah loop (lingkaran) yang dihubungkan dengan simpul pita.

PERENCANAAN PERLENGKAPAN PERJALANAN
Keberhasilan suatu kegiatan di alam terbuka juga ditentukan oleh perencanaan dan perbekalan yang tepat. Dalam merencanakan perlengkapan perjalanan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :
1. Mengenal jenis medan yang akan dihadapi (hutan, rawa, tebing, dll)

2. Menentukan tujuan perjalanan (penjelajahan, latihan, penelitian, SAR, dll)

3. Mengetahui lamanya perjalanan (misalnya 3 hari, seminggu, sebulan, dsb)

4. Mengetahui keterbatasan kemampuan fisik untuk membawa beban

5. Memperhatikan hal-hal khusus (misalnya : obat-obatan tertentu)

Setelah mengetahui hal-hal tersebut, maka kita dapat menyiapkan perlengkapan dan perbekalan yang sesuai dan selengkap mungkin, tetapi beratnya tidak melebihi sepertiga berat badan (sekitar 15-20 kg), walaupun ada yang mempunyai kemampuan mengangkat beban sampai 30 kg.

Dari kegiatan penjelajahan, ada beberapa jenis perjalanan yang disesuaikan dengan medannya, yaitu :
1. Perjalanan pendakian gunung
2. Perjalanan menempuh rimba
3. Perjalanan penyusuran sungai, pantai dan rawa
4. Perjalanan penelusuran gua
5. Perjalanan pelayaran

 


Untuk perjalanan ilmiah dan kemanusiaan, bisa pula dikelompokkan berdasarkan jenis medan yang dihadapi. Dari setiap kegiatan tersebut, kita dapat mengelompokkan perlengkapannya sebagai berikut :

1. Perlengkapan dasar, meliputi :
o Perlengkapan dalam perjalanan / pergerakkan
o Perlengkapan untuk istirahat
o Perlengkapan makan dan minum
o Perlengkapan mandi
o Perlengkapan pribadi

2. Perlengkapan khusus, disesuaikan dengan perjalananan, misalnya
o Perlengkapan penelitian (kamera, buku, dll)
o Perlengkapan penyusuran sungai (perahu, dayung, pelampung, dll)
o Perlengkapan pendakian tebing batu (carabineer, tali, chock, dll)
o Perlengkapan penelusuran gua (helm, headlamp/senter, harness, sepatu karet, dll)

3. Perlengkapan tambahan
Perlengkapan ini dapat dibawa atau tergantung evaluasi yang dilakukan (misalnya : semir, kelambu, gaiter, dll).

Mengingat pentingnya penyusunan perlengkapan dalam suatu perjalanan, maka sebelum memulai kegiatan, sebaiknya dibuatkan check-list terlebih dahulu. Perlengkapan dikelompokkan menurut jenisnya, lalu periksa lagi mana yang perlu dibawa dan tidak.
Apabila perjalanan kita lakukan dengan berkelompok, maka check-list nya untuk perlengkapan regu dan pribadi. Dalam perjalanan besar dan memerlukan waktu yang lama, kita perlu menentukan perlengkapan dan perbekalan mana saja yang dibawa dari rumah atau titik keberangktan, dan perlengkapan atau perbekalan mana saja yang bisa dibeli di lokasi terdekat dengan tujuan perjalanan kita.

Posted by: chevent | February 2, 2007

Gede-Pangrango

“Pecinta Alam identik dengan pelestarian alam, tapi nyatanya? justru bertolak belakang…!!!”

Saat ini keberadaan klub Pecinta alam tumbuh subur di bumi pertiwi ini, seperti jamur dimusim hujan. Dengan kondisi alam yang begitu mendukung kegiatan tersebut. Sebuah usaha positif dalam menyalurkan kegiatan tersebut. Namun terbersit ke khawatiran dengan banyaknya klub/kelompok pecinta alam tersebut. Apalagi bila ke hadiran klub-klub ini tidak diiringi misi dan visi yang jelas dalam organisasinya. Lihat saja gunung-gunung di Indonesia, contohnya Gede-Pangrango. Begitu kotor dan penuh dengan sampah…!

Read More…

« Newer Posts

Categories