Posted by: chevent | February 2, 2007

Gede-Pangrango

“Pecinta Alam identik dengan pelestarian alam, tapi nyatanya? justru bertolak belakang…!!!”

Saat ini keberadaan klub Pecinta alam tumbuh subur di bumi pertiwi ini, seperti jamur dimusim hujan. Dengan kondisi alam yang begitu mendukung kegiatan tersebut. Sebuah usaha positif dalam menyalurkan kegiatan tersebut. Namun terbersit ke khawatiran dengan banyaknya klub/kelompok pecinta alam tersebut. Apalagi bila ke hadiran klub-klub ini tidak diiringi misi dan visi yang jelas dalam organisasinya. Lihat saja gunung-gunung di Indonesia, contohnya Gede-Pangrango. Begitu kotor dan penuh dengan sampah…!

Mereka yang menamakan dirinya pecinta alam seharusnya menjadi ujung tombak dalam pelestarian alam ini bukan justru sebaliknya.

Makna pecinta alam dewasa ini sudah jauh dari makna yang sebenarnya.

Pecinta Alam bukanlah mereka yang yang telah menggapai atap-atap dunia, bukan mereka yang berhasil melakukan expedisi yang berbahaya, bukan pula mereka yang ahli dalam mendaki. Tapi mereka adalah orang-orang yang mau menjaga kebersihan lingkungan dimana mereka berada.

Sudah banyak manusia-manusia yang telah menggapai atap-atap dunia, tapi hanya segelintir orang yang benar-benar sebagai pecinta alam.

Semoga kita termasuk segelintir orang yang peduli dengan alam.

Berikut ini beberapa peraturan / prosedur dalam mendaki ke Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP).

Pendaftaran dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 – 15.30 wib, bertempat di Kantor Balai Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi saat mendaftarkan diri :

1 Minimal pendakian dilakukan oleh 3 orang.

2 Menyertakan fotocopy KTP atau kartu identitas diri yang masih berlaku.

3 Pendaftaran dilakukan minimal 3 hari sebelum pendakian dan maksimal 1 bulan.

4 Biaya masuk + asuransi sebesar Rp. 4000,-/orang

5 Pendaki dibawah usia 17 tahun harus ada ijin tertulis dari pihak orang tua.

Larangan yang harus ditaati pengunjung / pendaki

1 Dilarang membawa pasta gigi (odol), sabun, shamphoo dan bahan-bahan yang dapat mencemarkan .

2 Dilarang membawa senjata tajam (pisau, golok, dll) dan senjata api. Setiap regu mendapat dispensasi 1 pisau lipat (mintalah dispensasi kepada petugas/jagawana)

3 Dilarang membawa spidol, pilox.

4 Dilarang mengambil (memetik), memindahkan, menambahkan sesuatu di kawasan TNGP

5 Dilarang membuat Api ungun

6 Dilarang membunuh tumbuhan dan hewan

Kewajiban yang harus dipenuhi

1 Membawa tenda, rain coat, sleeping bag, senter (baterai + bohlah cadangan), matras

2 Membawa peralatan memasak

3 Membawa P3K

4 Membawa pakaian ganti

5 Memakai sepatu yang menutupi mata kaki

Cara mencapai lokasi :

o Jakarta – Bogor – Cibodas / Cipanas (Cianjur), ± 100 km (± 2,5 jam)

o Bandung – Cipanas / Cibodas (Cianjur), ± 89 km (± 3 jam)

o Jakarta – Bogor – Selabintana / Pondok Halimun (Sukabumi), ± 85 km (± 2,5 jam)

o Bandung – Selabintana / Pondok Halimun (Sukabumi), ± 95 km (± 3,5 jam)


Responses

  1. Buat Mas/ Mbak yang membaca Comment saya.. Saya mw minta tolong, tentang Info jalur pendakian selengkapnya ke Gunung Gede Pangrango..
    Soalnya saya mw mendaki ke G. Gede Pangrango, tapi belum mendpat balasan E-mail dari taman nasional G. Gede P. kalau bisa saya tunggu E_mail nya Di Alamat ini.. ulun_46@yahoo.co.id/ di Friendsternya..

    Terima kasih sebanyak2nya..

    ditunggu,,..

    ulun di Sidoarjo


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: